Senin, 23 November 2015

[Tugas Softskill] Individu, Keluarga dan Masyarakat

Individu, Keluarga dan Masyarakat

Pertumbuhan Individu adalah suatu perubahan yang menuju kearah yang lebih maju, lebih dewasa. Menurut aliran psikologi gestalt pertumbuhan adalah proses diferensiasi. Pertumbuhan adalah proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal suatu yang semula mengenal sesuatu secara keseluruhan baru kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan yang ada.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan:
  1. Pendirian Nativistik. Faktor yang dibawa sejak lahir
  2. Pendirian Empiristik dan environmentalistik. Tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperan sama sekali.
  3. Pendirian konvergensi dan interaksionisme. Interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.
Tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi
  1. Masa vital yaitu dari usia 0.0 sampai kira-kira 2 tahun.
  2. Masa estetik dari umur kira-kira 2 tahun sampai kira-kira 7 tahun.
  3. Masa intelektual dari kira-kria 7 tahun sampai kira-kira 13 tahun atau 14 tahun.
  4. Masa sosial, kira-kira umur 13 atau 14 tahun sampai kira-kira 20 – 21 tahun.
KELUARGA DAN FUNGSINYA DIDALAM KEHIDUPAN MANUSIA
Keluarga adalah unit/satuan masyarakat terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat.
Keluarga mempunyai 4 karakteristik yang memberi kejelasan tentang konsep keluarga:
  1. Keluarga terdiri dari orang-orang yang bersatu karena ikatan perkawinan, darah atau adopsi.
  2. Para anggota suatu keluarga biasanya hidup bersama-sama dalam satu rumah.
  3. Keluarga itu merupakan satu kesatuan orang-orang  yang berinteraksi dan saling berkomunikasi, yang memainkan peran suami dan istri, bapak dan ibu, anak laki-laki dan anak perempuan.
  4. Keluarga itu mempertahankan suatu kebudayaan.
Fungsi keluarga, yaitu :
a. Fungsi biologis
b. Fungsi proteksi/ perlindungan
c. Fungsi edukatif/ pendidikan
d. Sosialisasi
e. Fungsi afeksi
f. Fungsi religius
g. Fungsi rekreatif
i. Fungsi pengendalian sosial
MASYARAKAT SUATU UNSUR DARI KEHIDUPAN MANUSIA
Masyarakat adalah suatu istilah yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari, ada masyarakat kota, masyarakat desa dan masyarakat ilmiah. Dalam bahasa Inggris dipakai istilah society yang berasal dari kata latin socius, yang berarti “kawan”. Istilah masyarakat itu sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu Syaraka yang berarti “ ikut serta berpartisipasi”.
Masyarakat terbagi menjadi 2 golongan, yaitu :
  1. Masyarakat sederhana. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin sangat jelas.
  2. Mayarakat maju. Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelomok sosial atau lebih dikenal dengan sebuatan kelompok organisasi kemasyarakatan.
Didalam masyarakat maju terbagi menjadi masyarakat industri (Contoh tukang roti, tukang sepatu, tukang bubut, tukang las) dan non industri (kantoran).
D.Pemuda dan Sosialisasi
Pemuda adalah golongan manusia manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung. Masa Pemuda 15 – 21 tahun.  Sosialisasi pemuda dalam kehidupan baik maka akan berpengaruh baik pula terhadap lingkungan sekitar.
Tujuan sosialisasi, yaitu :
  1. Diketahui oleh yang berkepentingan
  2. Dapat dipahami oleh pihak-pihak yang berkepentingan
  3. Dapat dijalankan dan antisipasi apa saja yang dibutukna dari objek sosialisasi tsb.
Peran pemuda sehubungan dengan pembangunan dibedakan menjadi dua, yaitu :
  1. Didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan lingkungan.
  2. Didasarkan atas usaha menolak menyesuaikan diri dengan  lingkungan.
INTERNALISASI, BELAJAR DAN SPESIALISASI
Ketiga kata atau istilah tersebut pada dasarnya memiliki pengertian yang hampir sama. Proses berlangsungnya sama yaitu melalui interaksi sosial. Internasilasasi lebih ditekankan pada norma-norma individu yang menginternasilasikan norma-norma tersebut. Istilah belajar ditekankan pada perubahan tingkah laku, yang semula tidak dimiliki sekarang telah dimiliki oleh seorang individu. istilah spesialisasi ditekankan pada kekhususan yang telah dimiliki oleh seorang individu, kekhususan timbul melalui proses yang agak panjang dan lama.
Kesadaran terhadap diri sendiri membuat timbulnya sebutan “aku” atau “saya” sebagai kedirian subyektif yang sulit dipelajari. Asal mula timbulnya kedirian :
  1. Dalam proses sosialisasi mendapat bayangan dirinya, yaitu setelah memperhatikan cara orang lain memandang dan memperlakukan dirinya. Misalnya ia tidak disukai, tidak dihargai, tidak dipercaya; atau sebaliknya, ida disayangi, baik budi dandapt dipercaya
  2. Dalam proses sosialisasi juga membentuk kedirian yang ideal. Orang bersangkutan mengetahui dengan pasti apa-apa yang harus ia lakukan agar memperoleh penghargaan dari orang lain. Bentuk-bentuk kedirian ini berguna dalam meningkatkan ketaatan anak terhadap norma-norma sosial. 


Studi kasus : 

Menurut pendapat saya atas kasus ini adalah kenakalan remaja zaman sekarang itu dapat diakibatkan dari beberapa faktor diantaranya yaiut lingkungan,keluarga dan dari dalam diri individu sendiri tersebut,faktor yang paling penting untuk mengurangi kenakalan remaja zaman sekarang yaitu dengan cara membina anak kita dari usia dini dengan baik dan penuh kasih sayang dan mengajarkan nilai nilai kerohaina kepada anak tersebut.


Senin, 02 November 2015

[Tugas Softskill] ILMU SOSIAL DASAR SEBAGAI KOMPONEN MATA KULIAH DASAR UMUM


A.
      ISD Sebagai Salah satu MKDU

ILMU SOSIAL DASAR SEBAGAI KOMPONEN MATA KULIAH DASAR UMUM
     Tujuan pendidikan umum di perguran tinggi adalah :
Memeberikan pengetahuan dasar kepada mahasiswa agar mereka mampu berfikir secara interdisipliner. Dan mampu memahami pikiran par ahli sebagai ilmu pengetahuan sehingga dengan demikian memudahkan mereka berkomunikasi. Tujuan diberikanya mata kuliah ini adalah semata-mata sebagai salah satu usaha yang diharapkan kepada mahasiswa untuk dapat peduli masalah –masalah sosial yang terjadi dilingkungan dan dapat memecahkan permasalahan tersebut dengan menggunakan pendekatan ilmu sosial dasar.
       Secara khusus mata kuliah dasar umum bertujuan untuk menghasilkan warga negara sarjana yang :
!. Berjiwa pancasila
2. Taqwa terhadap Tuhan yang Maha Esa.
3. Memiliki wawasan komperenshif dan pedekatan integral

LATAR  BELAKANG ,PENGERTIAN DAN TUJUAN ISD
Latar belakang diberikanya ISD  adalah  banyaknya kritik yang ditujukan pada sistem pendidikan kita oleh sejumlah para cendikiawan.. terutama sarjana pendidikan sosial dan kebudayaan.  Tujuan dari sistem ini menghasilkan tenaga-tenaga terampil untuk menjadi “tukang-tukang’ yang mengisi birokrasi mereka di bidang administrasi , perdagangan, teknik dan keahlian lain dengan tujuan ekspoitasi kekayan an negara.
 Pendidikan tinggi diharapkan dapat menghasilkan sarjana-sarjana yang mempunyai seperangkat pengetahuan yang terdiri atas.
1.       Kemampuan Akademis
2.       Kemampuan Profesisional
3.       Kemapuan Personal
 Dengan seperangkat kemampuan yang dimilikinya lulusan perguruan tinggi diharapkan menjadi sarjana yang ahli dalam bidang yang ditekuninya serta mau dan mampu mengabdikan keahlianya untuk kepentingan masayarakat Indonesia. Dan manusia pada umumnya.
ISD adalah usaha yang diharapkan untuk memberikan pengetahuan dasar dan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial agar ada tanggapan , persepsi, dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkuangan sosial yang lebih di tingkatkan  sehingga kepekan mahassiswa menjadi lebih besar.
Imu pengetahuan dikelompokan dlan 3 kelompok besar yaitu :
1.       Ilmu-ilmu Alamiah  (nature science)
2.       Ilmu-ilmu Sosial (social science)
3.       Pengetahuan budaya (the humanities)

   Masalah sosial adalah suatu kondisi atau  perkembangan terwujud dalam masyarakat yang bedasarkan atas studi, mempunyai sifat yang dapat menimbulkan kekacauan terhadap kehidupan warga masyarakat secara keseluruhan.

B.      Penduduk . Masyarakat dan Kebudayaan

Penduduk masyarakat dan kebudayaan adalah konsep-konsep yang pertautanya satu sama lain sangat berdekatan. Bermukimnya penduduk dalam suatu wilayah tertentu daalam waktu yang tertentu pula, memungkinkan untuk terbentuk nya masyarakat di wilayah tersebut.
    Demikian pula hubungan antara masyarakat dan kebudayaan, ini merupakan dwi tunggal, hubungan dua yang satu dalam arti bahwa kebudayaan merupakan hasil dari suatu masyarakat kebudayaan hanya akan bisa lahir, tumbuh dan berkembang dalam masyarakat tetapi juga sebaliknya tidak ada suatu masyarakat yang tidak didukung oleh kebudayaan.
     Kebudayaan merupakan hasil budi daya manusia ada yang mendifinisikan sebagai semua hasil karya rasa dan cipta masyarakat. Karya manusia menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan. Sedangkan rasa mewujudkan segala norma dan nilai untuk mengatur kehidupan dan selanjutnya cipta merupakan kemampuan mental yang menghasilkan filsafat dan ilmu pengetahuan

Penduduk dan permasalahanya

   Manusia itu dalam kehidupanya terkait dengan alam atau daerah dimana mereka itu, oleh karena itu pendudk dunia itu brtambah karena kelahiran lebih besar dari kematian, sehingga tingkat kelahiran lebih besar dari tingkat kematian.

Dinamika  Penduduk

  Unsur penentu dalam pertambahan penduduk adalah tingkat fertilitas dan mortalitas
Fertilitas adalah tingkat pertambahan anak yang dihitung dari jumlah kelahiran setiap seribu penduduk dalam satu tahun merupakan kelahiran secara kelahiran.
Mortalitas adalah jumlah kematian pertahun perseribu penduduk.

Komposisi Penduduk

Dengan mengetahui komposisis penduduk menurut umur dan jenis kelamin, dapta disusun/dibuat yang disbut pirmida penduduk.
Bedasarkan kompoisinya piramida penduduk dibedakan antas :

-          Penduduk muda yaitu penduduk dalam pertumbuhan
-          Penduduk stasiooner dimana penduduk usia muda dan usia dewasa seimbang
-          Piramida Tua
                
PERSEBARAN PENDUDUK
Kecenderungan manusia untuk memilih daerah yang subur untuk tempat tinggalnya, terjadi sejak pola hidup masih sangat sederhana. Maka sejak masa purba daerah sangat subur selalu menjadi perebutan manusia,  oleh karana itu seringkali sehinggat terjadi pendudk yang padat.
PERKEMBANGAN DAN PERUBAHAN KEBUDAYAAN.

Menurut Selo soemardjan dan Soelaiman Soemardi kebudayaan adalah semua hasil dari karya , rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan. Yang diperlukan manusia untuk menguasa alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasinya dapat diabadikan untuk kepentingan masyarakat. Para ahli mengemukakan adanya 7 unsur yaitu :
1.       Unsur religi
2.       Sistem Kemasyarakatan
3.       Sistem Peralatan
4.       Sistem  mata Pencaharian hidup
5.       Sistem bahasa
6.       Sistem pengetahuan
7.       Seni
Dana kebudayaan memiliki 3 wujud antara lain :
1 .Wujud sebagai suatu kompleks dari ide, gagasan, norma, peraturan  Sifatnya abstrak
2. Kebudayaan sebagai suatu kompleks aktifitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat.
3. Kebudayaan sebagai benda hasil arya manusia

KEBUDAYAAN HINDU, BUDHA  DAN ISLAM
Kebudayaan Hindi dan Budha
Pada babd ke-3 dan ke -4 agama Hindu masuk ke Indonesia khususnya ke pulau jawa perpaduan akulturasi kebudayaan setempat dengan kebudayaan Hindu yang berasal dari India  itu berlangsung luwes dan mantap. Sekitar abad ke- 5 ajaran Budha atau Budhisme masuk ke Indonesia. Khususnya ke pulau Jawa. Agama/ajaran budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dari pada hinduisme.
, sebab Budhisme tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masyarakat.

KEBUDAYAAN ISLAM

 Didaerah –daerah yang belum amat terpengaruh oleh kebudayaan Hindu , agama islam mempunyai pengaruh yang mendalam kehidupan penduduk di daerah yang berangkutan misalnya di ACEH, BANTEN, SUMATRA TIMUR, SUMATRA BARAT, PESISIR KALIMANTAN.
Agama islam berkembang pesat pesat di Indonesia dapat menjadi agama yang mendapat penganut sebagian besar penduudk Indonesia tak dapat dipungkiri lagi. Bahwa kebudayaan islam mewarnai sebagian besar penganutnya di Indonesia. Tak dapat dipungkiri lagi, bahwa kebudayaan islam mewarnai sebagian besar pengaruhnya di Indonesia. Engan begitu. Agama islam memberi saham yang besar bagi perkembangan kebudayaan dan kepebradian bangsa indonesia

PRANATA SOSIAL DAN INSTITUSONALISASI

 Untuk menjaga agar hubungan anatar anggorta masyarakat dapat berjalan sesuai dengan di harapkan , maka didalam masyarakat dibedakan adanya yaitu :

1.       Usage adalah Menunjukan pada suatu bentuk perbuatan , lebih menonjol  didalam hubungan antar individu didalam masyarakat, Penyimpangan terhadapnya tidak akan mengakibatkan hukuman yang berat, hanya celaan dri individu yang dihubungi.
2.       Folkwys  Menunjukan pola berperilaku yang dikuti dan diterma masyarakat.
3.       Mores  yaitu memaksakan perbuatan dan dilain pihak melarangnya tata kelakuan yang kekal dan kuat integeritasnya dengan pola-pola perilaku masyarakat.
4.       Costom yaitu Anggota masyarakat yang tidak memtahuhi adat istiadat akan menerima suatu sangsi yang tegas.

Dr koentjaraningrat membagi lembaga sosial/pranata-pranata kemasyarakatan menjadi 8 macam yaitu :

1.       Pranata yang bertujuan memnuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan
2.       Pranata yang bertujuan unutk memenuhi kebutuhan manusia unutk mata pencaharian hidup
3.       Pranata yang beartujuan untuk memenuhi kebutuhan ilmiah manusia
4.       Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan pendidIKn
5.       Pranata yang bertujuan unutk memnuhi kebutuhan ilmiah
6.       Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia dengan Sanga pecipta Tuhan YME
7.       Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhns manusia kebutuhan manusia untuk menatur kehidupan kelompok atau bernegara
8.       Pranata yang bertujuan mengurus kebutuhan jasmaniah manusia.


 Analisis kasus tentang  pergaulan bebas  yang  berhubunganya dengan prana sosial

Contoh kasus


Hamil di Luar Nikah, Siswi SMK Gugurkan Kandungannya di Kamar Sendiri
  
Detik News

Jakarta - NOV siswi SMK di wilayah Kembangan nekat mengaborsi anaknya sendiri karena hamil di luar nikah. Setelah mengarborsi anaknya, remaja 16 tahun itu lalu membuang bayinya di tumpukan sampah di depan rumahnya.Terkuaknya kasus ini berawal dari ibu korban pada Selasa (23/6/2015) pagi yang mencium bau busuk dari belakang rumahnya. Saat dicari, bau busuk itu berasal dari kantong plastik hitam yang diletakkan di dalam ember yang berada di tumpukkan sampah.

      Sang ibu pun kaget saat membuka kantong plastik ternyata di dalamnya ada sebuah janin bayi berumur lima bulan yang sudah membusuk. Dirinya lalu melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Polisi yang mendapatkan laporan langsung menyelidiki kasus tersebut. Dari hasil penyelidikan dan keterangan warga diketahui remaja wanita satu-satunya yang berada di wilayah tersebut hanyalah NOV dan polisi langsung memeriksa kamar remaja perempuan tersebut.
"Di kamarnya ditemukan buntalan sprei dan pakaian dalam penuh darah," ujar Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Andika Urassyidin kepada wartawan, Rabu (24/6/2015).
Setelah menemukan barang tersebut, NOV yang berada di sekolah langsung di panggil. Saat ditanyai perihal barang bukti, NOV sempat menyangkal.
"Dia awalnya menyangkal tetapi setelah itu dia mengaku kalau dia memang melakukan itu dengan meminum jamu ramuan nanas merah untuk menggugurkan kandungan. Dirinya juga mengaku menyesal telah melakukan perbuatan tersebut," ujar Andika.
Dilain pihak, Kapolsek Kembangan Kompol Sukatma menuturkan saat ini kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jakarta Barat. Kapolsek juga menuturkan dari pemeriksaan motif NOV melakukan tindakan keji tersebut karena faktor malu.
"Yang bersangkutan ini tidak kuasa menahan malu karena hamil di luar nikah. Usianya juga masih sangat muda," tutup Sukatma.
(spt/ega)


 Analisis 
Pendahuluan

           Menurut Selo Sormadjan dan Soelaeman Soemardi  Pranata sosial adalah Semua norma-norma dari segala tingkat dan berkisar pada suatu keperluan pokok dalam kehidupan masyarakat merupakan suatu kelompok yang diberi nama lembaga kemasyarakatan. Kerap erat kaitanya antara pranata sosial dengan penyimpangan sosial di dalam masyarakat. Menurut Robert MZ. Lawang penyimpangan merupakan tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari pihak berwenang untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang tersebut.Penyebab Menurut Wilnes dalam bukunya Punishment and Reformation sebab-sebab penyimpangan/kejahatan dibagi menjadi dua, yaitu Faktor subjektif adalah faktor yang berasal dari seseorang itu sendiri (sifat pembawaan yang dibawa sejak lahir). Faktor objektif adalah faktor yang berasal dari luar (lingkungan). Misalnya keadaan rumah tangga, seperti hubungan antara orang tua dan anak yang tidak serasi. Berdasarkan sifat Bentuk penyimpangan berdasarkan sifatnya dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut. Penyimpangan bersifat positif  Penyimpangan bersifat positif adalah penyimpangan yang mempunyai dampak positif ter-hadap sistem sosial karena mengandung unsur-unsur inovatif, kreatif, dan memperkaya wawasan seseorang. Penyimpangan seperti ini biasanya diterima masyarakat karena sesuai perkembangan zaman. Misalnya emansipasi wanita dalam kehidupan masyarakat yang memunculkan wanita karier. Penyimpangan bersifat negatif. Penyimpangan bersifat negatif adalah penyimpangan yang bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dianggap rendah dan selalu mengakibatkan hal yang buruk seperti pencurian, perampokan, pelacuran, dan pemerkosaan. Bentuk penyimpangan yang bersifat negatif antara lain sebagai berikut: Jenis-jenis penyimpangan sosial terdiri diantaranya. Tawuran atau perkelahian antarpelajar
           Perkelahian termasuk jenis kenakalan remaja akibat kompleksnya kehidupan kota yang disebabkan karena masalah sepele.Penyalahgunaan narkotika, obat-obat terlarang dan minuman keras. Penyalahgunaan narkotika adalah penggunaan narkotika dan narkoba tanpa izin dengan tujuan hanya untuk memperoleh kenikmatan. Penyimpangan sosial yang timbul adalah pembunuhan, pemerkosaan, pencurian, perampokan. Hubungan seksual. Hubungan seks di luar nikah, pelacuran dan HIV/AIDS merupakan penyimpangan sosial karena menyimpang norma sosial maupun agama.

     Pembahasaan
     
           Dari artikel di atas yaitu termasuk dalam Dari jenis penyimpangan sosial pergaulan bebas dan semata-mata terjadi begitu saja melainkan ada faktor fakto. Dari kasus Adapun faktor-faktor penyebab terjadinya pergaulan bebas diantaranya yaitu Rendahnya Taraf Pendidikan Keluarga, Keadaan Keluarga Yang Tidak Stabil (Broken Home), Orang Tua yang Kurang Memperhatikan, Lingkungan Setempat Kurang Baik, Lingkungan setempat manjadi salah satu faktor yang mempengaruhi cara bergaul para remaja, Kurang Berhati-hati Dalam Berteman, Keadaan Ekonomi Keluarga, Kurangnya Kesadaran Remaja, Adanya Teknologi Informasi 
      Beberapa upaya yang dapat dilakukan disantaranya : Mengawasi waktu luang dengan hal yang bermanfaat, Memilih teman yang baik, Menjahui dan menghindari media massa yang buruk, Peran orang tua, Memperdalam keimananan
      Juga ada cara mencegah seks bebas yaitu :  Mengawasi waktu luang dengan hal yang bermanfaat; Memilih teman yang baik; Menjahui dan menghindari media massa yang buruk; Peran orang tua, Memperdalam keimananan.

Kesimpulan

          Dari artikel di atas bahw kasus anak sekolah hamil di laur nikah karena komunikasi antara anak dan orang tua kurang terjalalin dan juga kurangnay pengawasan . dan kurangnya penanaman nilai nilai agama pada anak tersebut.    Pergaulan bebas dapat terjadi banyak faktor dan  tidak hanya disalahkan oleh individu melainkan orang sekitar atau orang tua sendiri. Perbuatan yang dilakukan oleh nov sangatlah tidak terpuji karena banyak penyimpangan yang dilakukan oleh nov tidak hanya penyimpangan sosial berperilaku pergaulan bebas yaitu  tentang pelanggaran HAM. Pelanggaran  Costom yaitu Anggota masyarakat yang tidak memtahuhi adat istiadat akan menerima suatu sangsi yang tegas dengan cara novi diusir dari lingkungan tempat dia tinggal karena melanggar dari adat istuadat setempat.







Selasa, 05 Mei 2015

Hubungan kearifan lokal dengan kebudayaan


Dari sisi etnis dan budaya daerah sejatinya menunjuk kepada karaktreristik masing-masing keragaman bangsa Indonesia. Pada sisi yang lain, karakteristik itu mengandung nilai-nilai luhur memiliki sumber daya kearifan, di mana pada masa-masa lalu merupakan sumber nilai dan inspirasi dalam strategi memenuhi kebutuhan hidup, mempertahankan diri dan merajut kesejehteraan kehidupan mereka. Artinya masing-masing etnis itu memiliki kearifan lokal sendiri, seperti etnis Lampung yang dikenal terbuka menerima etnis lain sebagai saudara (adat muari, angkon), etnis Batak juga terbuka, Jawa terkenal dengan tata-krama dan perilaku yang lembut, etnis Madura dan Bugis memiliki harga diri yang tinggi, dan etnis Cina terkenal dengan keuletannya dalam usaha. Demikian juga etnis-etnis lain seperti, Minang, Aceh, Sunda, Toraja, Sasak, Nias, juga memiliki budaya dan pedoman hidup masing yang khas sesuai dengan keyakinan dan tuntutan hidup mereka dalam upaya mencapai kesejehtaraan berasma. Beberapa nilai dan bentuk kearifan lokal, termasuk hukum adat, nilai-nilai budaya dan kepercayaan yang ada sebagian bahkan sangat relevan untuk diaplikasikan ke dalam proses pembangunan kesejahteraan masyarakat.
Kearifan lokal itu mengandung kebaikan bagi kehidupan mereka, sehingga prinsip ini mentradisi dan melekat kuat pada kehidupan masyarakat setempat. Meskipun ada perbedaan karakter dan intensitas hubungan sosial budayanya, tapi dalam jangka yang lama mereka terikat dalam persamaan visi dalam menciptakan kehidupan yang bermartabat dan sejahtera bersama. Dalam bingkai kearifan lokal ini, antar individu, antar kelompok masyarakat saling melengkapi, bersatu dan berinteraksi dengan memelihara nilai dan norma sosial yang berlaku.
Keanekaragaman budaya daerah tersebut merupakan potensi sosial yang dapat membentuk karakter dan citra budaya tersendiri pada masing-masing daerah, serta merupakan bagian penting bagi pembentukan citra dan identitas budaya suatu daerah. Di samping itu, keanekaragaman merupakan kekayaan intelektual dan kultural sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu dilestarikan. Seiring dengan peningkatan teknologi dan transformasi budaya ke arah kehidupan modern serta pengaruh globalisasi, warisan budaya dan nilai-nilai tradisional masyarakat adat tersebut menghadapi tantangan terhadap eksistensinya. Hal ini perlu dicermati karena warisan budaya dan nilai-nilai tradisional tersebut mengandung banyak kearifan lokal yang masih sangat relevan dengan kondisi saat ini, dan seharusnya dilestarikan, diadaptasi atau bahkan dikembangkan lebih jauh.
Namun demikian dalam kenyataannya nilai-nilai budaya luhur itu mulai meredup, memudar, kearifan lokal kehilangan makna substantifnya. Upaya-upaya pelestarian hanya nampak sekedar pernyataan simbolik tanpa arti, penghayatan dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana diketahui bahwa pada tahun terakhir, budaya masyarakat sebagai sumber daya kearifan lokal nyaris mengalami reduksi secara menyeluruh, dan nampak sekadar pajangan formalitas, bahkan seringkali lembaga-lembaga budaya pada umumnya dimanfaatkan untuk komersialisasi dan kepentingan kekuasaan.
Kenyataaan tersebut mengakibatkan generasi penerus bangsa cenderung kesulitan untuk menyerap nilai-nilai budaya menjadi kearifan lokal sebagai sumber daya untuk memelihara dan meningkatkan martabat dan kesejahtaraan bangsa. Generasi sekarang semakin kehilangan kemampuan dan kreativitas dalam memahami prinsip kearifan lokal. Khusus kearifan lokal Lampung adalah prinsip hidup “Piil Pesenggiri”. Hal ini disebabkan oleh adanya penyimpangan kepentingan para elit masyarakat dan pemerintah yang cenderung lebih memihak kepada kepentingan pribadi dan golongan dari pada kepentingan umum. Kepentingan subyektivitas kearifan lokal ini selalu dimanfaatkan untuk mendapatkan status kekuasaan dan menimbun harta dunia. Para elit ini biasanya melakukan pencitraan ideal kearifan lokal di hadapan publik seolah membawa misi kebaikan bersama. Akan tetapi sebagaimana diketahui bahwa pada realisasinya justeru nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tidak lebih hanya sekedar alat untuk memperoleh dan mempertahan kekuasaan. Pada gilirannya, masyarakat luas yang struktur dan hubungan sosial budayanya masih bersifat obyektif sederhana makin tersesat meneladani sikap dan perilaku elit mereka, juga makin lelah menanti janji masa depan, sehingga akhirnya mereka pesimis, putus asa dan kehilangan kepercayaan.
Namun demikian, meski masyarakat cemas bahkan ragu terhadap kemungkinan nilai-nilai luhur budaya itu dapat menjadi model kearifan lokal, akan tetapi upaya menggali kearifan lokal tetap niscaya dilakukan. Masyarakat adat daerah memiliki kewajiban untuk kembali kepada jati diri mereka melalui penggalian dan pemaknaan nilai-nilai luhur budaya yang ada sebagai sumber daya kearifan lokal. Upaya ini perlu dilakukan untuk menguak makna substantif kearifan lokal, di mana masyarakat harus membuka kesadaran, kejujuran dan sejumlah nilai budaya luhur untuk sosialisasikan dan dikembangkan menjadi prinsip hidup yang bermartabat. Misalnya nilai budaya “Nemui-Nyimah” sebagai kehalusan budi diformulasi sebagai keramahtamahan yang tulus dalam pergaulan hidup. Piil Pesenggiri sebagai prinsip hidup niscaya terhormat dan memiliki harga diri diletakkan dalam upaya pengembangan prestasi, kreativitas dan peranan yang bermanfaat bagi masyarakat, demikian juga dengan makna-makna kearifan lokal nilai-nilai budaya lainnya. Kemudian pada gilirannya, nilai-nilai budaya ini harus disebarluaskan dan dibumikan ke dalam seluruh kehidupan masyarakat agar dapat menjadi jati diri masyarakat daerah. Keberadaan Piil Pesenggiri merupakan aset (modal, kekayaan) budaya bangsa yang perlu dilindungi dan dilestarikan untuk meningkatkan kesadaran jatidiri bangsa untuk diteruskan kepada generasi berikutnya dalam keadaan baik.
Dalam proses kompromi budaya, kearifan lokal bukan hanya berfungsi menjadi filter ketika terjadi benturan antara budaya lokal dengan tuntutan perubahan. Lebih jauh, nilai-nilai budaya lokal berbicara pada tataran penawaran terhadap sumberdaya nilai-nilai kearifan lokal sebagai pedoman moral dalam penyelesaian masalah ketika sebuah kebudayaan berhadapan dengan pertumbuhan antagonis berbagai kepentingan hidup.
Sebagaimana contoh pada kehidupan masyarakat lokal, proses kompromi budaya selalu memperhatikan elemen-elemen budaya lokal ketika berhadapan dengan budaya-budaya yang baru. Elemen-elemen itu dipertimbangkan, dipilah dan dipilih mana yang relevan dan mana pula yang bertentangan. Hasilnya selalu menunjukkan wajah sebuah kompromi yang elegan, setiap elemen mendapatkan tempat dan muncul dalam bentuknya yang baru sebagai sebuah kesatuan yang harmonis.
Tentu saja terbentuknya kesatuan yang harmonis itu tidak lepas dari hasil kompromi keadilan yang menyentuh kepentingan berbagai pihak. Kepentingan-kepentingan yang dimaksud sangat luas cakupannya, tetapi secara garis besar meliputi berbagai permasalahan yang berhubungan dengan kelangsungan hidup manusia, terutama yang bersifat primer dan praktis. Bagi pembuat kebijakan harus mampu memilah dan memilih proses kompromi yang menguntungkan semua pihak, kemudian menyikapi, menata, menindak¬lanjuti arah perubahan kepetingan-kepentingan itu agar tetap dalam prinsip kebersarnaan. Kebudayaan sebagai lumbung nilai-nilai budaya lokal bisa menjadi sebuah pedoman dalam upaya rnerangkai berbagai kepentingan yang ada secara harmonis, tanpa ada pihak yang dikorbankan.
Oleh karena itu, dalam makalah ini perlu dikaji tentang pengertian kearifan lokal piil pesenggiri dan implementasinya yang berkaitan dengan regulasi penataan harmonisasi kehidupan masyarakat, dapat diakomodasikan dengan baik dalam perencanaan, pelaksanaan pembangunan kesejehtaraan dan keadilan sosial.

Rabu, 01 April 2015

Kemanusiaan dan kebudayaan



Mendengar kata-kata tentang kemanusiaan pasti yang terpikir oleh kita semua tentang perasaan yang dimiliki oleh setiap manusia.hak-hak setiap individu yang harus terpenuhi dengan baik tetapi kenyataannya sekarang lain hak-hak tersebut belum terpenuhi seutuhnya contohnya hak anak-anak yang tidak bersekolah seharusnya mereka mendapatkan haknya sebagai anak-anak yang wajib bersekolah tetapi sekarang kenyataannya berbeda.
Rasa kemanusiaan yang ada pada masyarakatpun dinilai  masih kurang baik,masih kurang peduli dengan lingkungan sekitarnya.Rasa egoisme,rasa ingin menang sendiri masih dirasakan saat ini,seharusnya sifat-sifat tersebut dihilangkan.
Dalam pancasila pun disebutkan kemanusiaan yang adil dan beradab tetapi sebagian masyarakat belum merasakan hal tersebut.maka dari itu apa yang bisa dilakukan untuk mewujudkan sila pancasila tersebut agar seluruh masyarakat dapat merasakan hak yang sama sebagai warga negara Indonesia dan tidak ada lagi perbedaan hak-hak setiap individu.Mungkin jika kita lebih mempunyai rasa kemanusiaan yang tinggi dan peduli antar sesama semuanya akan lebih baik.
Kebudayaan sangat erat huungannya dengan masyarakat.ada beberapa ahli berpendapat tentang kebudayaan seperti:
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Kebudayaan bisa juga diartikan sebagai ciri khas dari suatu daerah.Kebudayaan di ndonesia sangat beanekaragam
setiap daerah di indonesia mempunyai budaya yang berbeda-beda,mulai dari rumah adat,baju tradisional,tari tradisional,dan masih banyak lagi kebudayaan yang beraneka ragam di setiap daerah.contohnya di provinsi sumatra barat yang mempunyai rumah adat yang bernama rumah gadang rumah tersebut dapat dikenali dari tonjalan atapnya yang mencuat ke atas yang bermakna menjurus kepada Yang Maha Esa. Tonjolan itu di namakan gojong yang banyaknya 4-7 buah,ada juga senjata dari sumatra barat yaitu badik,peda,sabel dan tombak.tarian dari sumatra barat yaitu Tari piring : Sebuah tari tradisional yang melambangkan suasana kegotong royongan rakyat dalam menunaikan tugasnya. Siang hari mengerjakan sawah ladang dan malam harinya bersukaria bersama-sama.lagu daerahnya berjudul ayam den lapeh dan barek solok.lalu alat musik tradisional dari sumbar yaitu talempong pancik alat musik ini di mainkan dengan cara di pukul seperti gong kecil.
UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai unsur kebudayaan,antara lain:
1.  Melville J.Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok,yaitu:
  • alat-alat teknologi
  • keluarga
  • kekuasaan politik
  • sistem ekonomi
2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi: 
  • organisasi ekonomi
  • alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan
  • sistem norma sosialyang memungkinkan kerja sama antara para anggta masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
  • organisasi kekuatan(politik)
 WUJUD KEBUDAYAAN
Menurut J.J.Hoenigman,wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga yaitu gagasan,aktivitas dan artefak(karya).
Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.

KETERKAITAN MANUSIA DENGAN KEBUDAYAAN
Antara manusia dan kebudayaan terjalin hubungan yang sangat erat.Dick Hartoko pernah mengungkapkan bahwa manusia menjadi manusia merupakan kebudayaan.
Hampir semua tindakan manusia itu adalah kebudayaan,kecuali tindakan yang sifatnya naluriah itu bukan suatu kebudayaan,tetapi tindakan demikian persentasenya sangat kecil untuk dilakukan.
Lalu hubungan antara manusia dengan kebudayaan juga dapat dilihat dari kedudukan manusia tersebut terhadap kebudayaan.manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu:
  1. pencipta kebudayaan
  2. penganut kebudayaan
  3. pembawa kebudayaan
  4. dan manipulator kebudayaan 
Pembentukan kebudayaan disebabkan manusia dihadapkan pada persoalan yang meminta pemecahan dan penyelesaian.dalam rangka survive maka manusia harus mampu memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya sehingga manusia melakukan berbagai cara.Hal yang dilakukan oleh manusia inilah kebudayaan.kebudayaan yang digunakan manusia dalam menyelesaikan masalah-masalah bisa disebut dengan way of life ,yang digunakan individu sebagai pedoman untuk bertingkah laku.